Ini 4 langkah strategis Kemendag dalam menyambut HBKN 2018

sulbarprov.go.id РStaf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kementrian Perdagangan RI, Sutriono Edi bersama Wagub Sulbar, Enny Anggraeni Anwar, Inspektur IV Kemendag, Erwin Harahap, Pegawai bapokting dan inspektorat IV, para pelaku usaha, distributor, bulog, satgas pangan, perwakilan BI Sulbar dan tim pengendali inflasi daerah serta pemangku kepentingan lainnya menggelar rapat Koordinasi Daerah dalam rangka stabilisasi harga dan pasaran barang kebutuhan pokok jelang ramadan dan lebaran 2018/1439 H yang berlangsung di Hotel Maleo Mamuju, Rabu, 2 Mei 2018.

Dalam hal ini Kemendag telah menyiapkan empat langkah strategis dalam menyambut HBKN tahun ini, pertama melalui penguatan regulasi yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok (Bahan pokok) harga, acuan dan harga eceran tertinggi (HET) beras, penataan dan pembinaan gudang, serta perdagangan antarpulau .

Kedua, melalui penatalaksanaan yaitu, melakukan rakor dengan pemerintah daerah, instansi terkait, pelaku usaha,fasilitasi dengan BUMN dan pelaku usaha serta penugasan Bulog.

Langka ketiga melalui pemantauan dan pengawasan yang dilakukan oleh eselon I kementerian perdagangan beserta jajaran serta satgas pangan diseluruh Indonesia untuk memastikan ketersedian pasokan,stablitasi harga termasuk menjamin pendistribusian bahan pokok.

Keempat melalui upaya khusus , penetrasi pasar ke pasar rakyat dan toko swalayan. Dari hasil pantauan di pasar sentral Mamuju dan pasar sentral regional Mamuju, harga pokok relatif stabil,bahkan untuk beras medium dijual dibawah eceran tertinggi (HET) sekitar Rp.8.800/Kg-Rp.940.000/kg. (Het beras medium di Sulawesi Rp.9.450/kg). Sedangkan harga minyak goreng Rp. 12.000/kg,gula pasir Rp.13.000/kg,tepung terigu Rp.7.000/kg,bawang merah Rp.35.0000/kg/bawang putih Rp.30.000/kg dan daging sapi Rp.100.000/kg-Rp110.000/kg. Semntara diritel mamuju modern Alfamidi harga beras premium dijual sebesar, Rp.12.200/kg-Rp12/800/kg.masih dibawah Het (Het Sulawesi Rp.12.800/kg) dan ritel moder tidak menjual beras medium. Untuk harga minyak goreng,gula pasir,tepung terigu,bawang merah,bawang putih relatif stabil begitu jugda dengan daging ayam masih relatif stabil. Secara umum sejumlah harga bahan poko dipasar rakyat stabil,bahkan ada beberapa yang turun antara lain, beras medium turun 3,16 persen dari Rp. 9.400/kg menjadi 9.200/kg,telur ayam turun 8 persen, bawang merah turun 22 persen dan cabai merah turun 10,42 persen.

Sementara gambaran inflasi Maret 2018 secara umum di Sulbar tercatat minus 0,53 yang berarti dibawah 0,20. Sumbangan komuditi bahan makanan tercatat minus 2,55 berarti dibawah inflasi nasional sebesar 0,14 persen pada periode yang sama. Selain itu Pemerintah juga memantau gudang subur yang merupakan distributor terbesar di Mamuju. Dijelaskan bahwa pemerintah telah mengeluarkanharga eceran tertinggi (HET) untuk komuditas beras, seluruh pedagang beras di pasar tradisional diwajibkan menjual beras medium dan ritel modern wajib menjual beras premium sesuai Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang penetapan harga eceran tertinggi (HET) beras. Pemerintah juga siap mengisi stok beras medium di pasar tradisional jika terjadi kekurangan. Pada Rakorda, staf ahli juga menyampaikan kepada pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota agar berperan aktif menjaga ketersedian pasokan dan stabilitas harga bahan pokok di wilayah masing-masing menjelang puasa dan lebaran 2018/1439 H.”Pelaku usaha wajib menjual beras medium dengan HET. Jika ada yang menjul harga beras melebihi HET dikenai sanksi pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit, setelah sebelumnya diberikan peringatan tertulis,” tegas Sutriono Edi.

Edi menambahkan bahwa langkah strategis juga telah dilakukan Kemendag untuk aksi mencegah penimbunan/spekulan, antara lain meningkatkan jumlah distributor terdaftar yang ada di wilayahnya melalui tanda daftar pelaku usaha distribusi (TDPUD) Bahan pokok, mendorong pelaporan stok oleh distributor terdaftar Barang Kebutuhan sesuai Permendag No. 20/M-DAG/PER/3?2017 tentang pendaftaran pelaku usaha Distribusi Kebutuhan Pokok.

sumber: sulbarprov.go.id

admin Penulis