Sutriono Edi: Penting Ubah Cara Pandang SRG Menuju Pendekatan Bisnis

Dihadapan para peserta Literasi SRG (30/8) di Pemkab. Solok, Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi menyampaikan materi Kebijakan dan strategi pengembangan Sistem Resi Gudang. ( Baca : Bappebti selenggarakan literasi SRG di Pemkab. Solok )

Dalam pemaparannya, Sutriono Edi menekankan bahwa menjadi hal penting bagi seluruh stakeholder untuk mengubah cara pandang SRG ke pendekatan model bisnis dan sinergitas, dengan tujuan utama sistem resi gudang dapat terealisasi impelmentasinya di wilayah Pemerintahan Kabupaten Solok.

SRG terintegrasi dengan PLK akan menyelesaikan masalah dari hulu sampai hilir dan akan mendekatkan semua pihak terkait, khususnya petani ke pasar. Meski sudah tersedianya SRG Mobile ( Baca : SRG Mobile, aplikasi resmi untuk Sistem Resi Gudang (SRG)), diakui  SRG tidak mudah diaplikasikan, karena memerlukan kecakapan dalam menggunakan perangkat mobile (gadget) saat bertansaksi online. Dari itulah diperlukan sinergitas bersama pemangku kepentingan lainnya, seperti Pemerintah Daerah, Asosiasi, kelompok tani perlu untuk berkesinambunggan menggecarkan sosialisasi SRG.

Mengutip bisnis.com, Guru Besar Institut Pertanian Bogor Rina Oktaviani memaparkan sistem online dalam SRG memungkinkan produsen memiliki pasar yang lebih luas. Pasalnya, selama ini satu resi gudang hanya melayani pembelian langsung di daerahnya. Dengan SRG, petani pun terus mendapatkan data harga terbaru, sehingga dia dapat memilih kapan akan menjual produknya. “Malah produsen bisa memutuskan untuk menjual langsung, tidak masuk ke gudang,” tuturnya.

admin Penulis