Manfaat Sistem Resi Gudang

srg

Sejumlah manfaat bisa dipetik dengan keberadaan Sistem Resi Gudang. Sistem yang memungkinkan mekanisme tunda jual dan dukungan pembiayaan dengan mudah dan tepat serta alat untuk manajemen resiko serta sebagai sarana pemasaran hasil-hasil pertanian ini, membuat Sistem Resi Gudang memberi sejumlah manfaat untuk seluruh mata rantai yang terlibat sistem tersebut, tidak saja bagi petani/kelompok tani, koperasi dan UKM, tapi juga pelaku usaha pengguna komoditi/processor, pedagang eksportir, perbankan, lembaga asuransi bahkan bagi perekonomian daerah maupun nasional.

Pembiayaan yang efektif

Keterbatasan modal menjadi alasan klasik terhambatnya para petani dalam pengelolaan dan pengembangan usahanya. Kecukupan modal melalui bantuan pembiayaan yang efektif menjadi salah satu kunci dalam  mengoptimalkan proses produksi, pengelolaan hasil panen dan pasca panen, serta perencanaan produksi untuk musim berikutnya.

Meski ada sejumlah lembaga keuangan formal yang bisa menjadi sumber pembiayaan, hanya sedikit petani yang memanfaatkannya. Ketiadaan jaminan kredit berupa aset tetap (fixed asset) menjadi salah satu penyebabnya. Akses ke lembaga keuangan tidak saja terasa “jauh” bagi petani tapi juga sejumlah prosedur yang diterapkan di lembaga keuangan formal, tingkat bunga komersial yang tidak sesuai dengan beban petani, serta atas nama prinsip kehati-hatian perbankan, membuat petani tidak menjadikannya pilihan dalam pembiayaan.

Petani cenderung akrab dengan lembaga keuangan non-formal, seperti gadai perorangan, ijin dan praktek rentenir tentu saja dengan tingkat bunga sangat tinggi yang makin menjerat petani pada lingkaran kesulitan keuangan terus-menerus. Sebagai pelaku usaha pertanian memang memiliki akses yang sangat rendah terhadap sumber-sumber permodalan. Ini terkait dengan berbagai faktor, yang umumnya tidak dapat menyediakan agunan fisik ataupun pihak-pihak lain yang dapat menjamin selain biaya transaksi pinjaman yang cukup tinggi.

Umumnya, petani menyadari tingkat bunga sumber pembiayaan formal rendah, namun prosedur administrasinya dinilai sulit. Waktu penyalurannya yang lambat dan jumlah kredit yang diterima sering kali tidak tepat waktu seperti yang diharapkan. Ketidaktepatan waktu akan menjadi masalah besar saat petani membutuhkan biaya mendesak untuk produksi pada musim selanjutnya. Ini membuat kucuran kredit jadi tidak efektif karena terlambat diterima.