Pengembangan Implementasi SRG Nasional Tahun 2017

srg

Bappebti  – Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi mewakili Kepala Bappebti memimpin rapat dan memberikan arahan pada acara Pertemuan Tim Kelompok Kerja (Pokja) Sistem Resi Gudang (SRG) di Jakarta, Kamis (23/02). Dalam arahannya, Sutriono Edi menyampaikan bahwa untuk mendorong dan mengoptimalkan pelaksanaan SRG di Indonesia, sangat diperlukan adanya sinergitas sumber daya yang dimiliki antar kementerian/lembaga dan instansi terkait, yang berperan di sektor hulu hingga hilir. Turut hadir pada acara tersebut Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan SRG dan PLK Bappebti Retno Rukmawati dan Kepala Biro Pengawasan Pasar Berjangka dan Fisik Bappebti, Pantas Lumban Batu.

Baca Juga :

SRG Mobile, aplikasi resmi untuk Sistem Resi Gudang (SRG)

 

Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan SRG dan PLK Bappebti Retno Rukmawati menyampaikan perkembangan Sistem Resi Gudang di Indonesia dan tantangan pelaksanaan ke depan serta program kerja yang akan dilakukan Bappebti untuk mendorong percepatan implementasi SRG di tahun 2017.

Pertemuan Tim Kelompok Kerja SRG ini dilakukan dalam rangka mensinergikan program dan kebijakan yang dimiliki kementerian/ lembaga terkait dalam mendukung pelaksanaan Sistem Resi Gudang di Indonesia.
Rapat dihadiri oleh 70 orang peserta dari berbagai pemangku kepentingan dan pelaku usaha. Tim Pokja SRG terdiri dari perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Pertani, PT Bhanda Ghara Reksa, PT Sucofindo, PT Kliring Berjangka Indonesia,  Kementerian Koperasi dan UKM, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, PT Pos Indonesia, Bank BJB, dan Perum Jamkrindo.